Nov
02

Nickel Plating Tidak Cocok Untuk Perhiasan

By · Comments Comments Off

Pelapisan logam di perhiasan bertujuan untuk  membuat penampilan perhiasan yang berbahan murah menjadi kelihatan mahal, seperti perhiasan dengan bahan tembaga, kuningan, perunggu, zinc alloy, dan monel (stainless steel) dilapisi dengan gold plating agar tampak seperti emas atau rhodium plating agar tampak seperti Perak.

Jadi kalau ada pengrajin perak yang ingin melapisi perhiasan dengan nickel dan chrom, itu malah menurunkan nilai bahan. Sedang pengrajin monel sebetulnya tidak memberikan nilai tambah bila perhiasannya dilapisi nickel dan chrom. Justru keunggulan monel adalah tahan korosi, tidak menimbulkan alergi dan warnanya mirip perak bila dipoles.

Chrom Plating sendiri sebetulnya memang tidak cocok diaplikasikan untuk perhiasan, karena sifat lapisannya yang sulit menjangkau sampai sudut-sudut yang kecil (throwing powernya rendah).

Nickel Plating sendiri biasanya digunakan sebelum pelapisan logam lain seperti Brass Plating, Bronze Plating, Gold Plating, Rhodium Plating, dan Silver Plating untuk menutupi warna asli dari bahan dan menghasilkan kilap yang bagus.

Hanya Nickel  Plating tidak cocok untuk perhiasan atau eksesories yang bersentuhan dengan kulit pemakai. Karena bisa menimbulkan iritasi dan alergi pada kulit si pemakai. Hal ini disebabkan apabila lapisan diluar nickel terkikis sampai ke lapisan nickel, maka keringat dari si pemakai akan bereaksi dengan nickel membentuk garam nickel (berwarna kehijauan). Garam nickel inilah yang bisa menyebabkan rasa gatal (alergi) dan bisa melukai kulit pemakai.

Efek alergi terhadap nickel bisa juga dirasakan oleh pekerja bengkel crom, dimana dia akan merasa gatal di bagian leher bila secara tidak sengaja mengusap leher dengan tangan yang terkena larutan nickel dan tidak segera membilasnya dengan air bersih.

Oleh sebab itu produsen perhiasan yang berorientasi ekspor selalu diminta oleh buyer untuk mencantumkan label free nickel pada produknya.

Untuk pengganti lapisan nickel di perhiasan, bisa menggunakan copper atau copper alloy plating sebelum dilapisi dengan logam lain.

Join the forum discussion on this post - (1) Posts

Comments Comments Off
Jun
01

ELECTROWINNING

By · Comments Comments Off

Electrowinning merupakan proses pemurnian/pemisahan logam dengan bantuan arus listrik. Proses electrowinning banyak digunakan di pengolahan hasil tambang atau proses recycling limbah yang mengandung logam.

Prinsip dasar dari electrowinning sebenarnya sama dengan proses electroplating yaitu hukum faraday dan redoks (reduksi oksidasi).

Jadi untuk mempelajari electrowinning harus memahami reaksi kimia redoks dan system kelistrikan yang membuat reaksi tersebut terjadi.

Kalau hanya melihat peralatan electrowinning kelihatannya sederhana, padahal reaksi yang terjadi dan system kerja dari alat tersebut sangat rumit. Jadi kalau baru mencoba dengan menggunakan adaptor kecil dengan 1 cell anoda-katoda, dan begitu melihat logamnya mau menempel sudah merasa percobaannya berhasil. Karena untuk menuju proses electrowinning skala produksi masih dibutuhkan pemikiran, biaya, dan waktu yang tidak sedikit.

Alat electrowinning skala produksi harus menghasilkan produk dengan jumlah dan kualitas semaksimal mungkin dengan biaya produksi serendah mungkin. Jadi bukan asal logamnya bisa menempel saja.

Hasil produksi electrowinning bisa diperkirakan dengan berdasarkan tabel di bawah ini :

Nama logam

Valensi

gram/ampere-jam

Tembaga (Copper)

2

1,185

1

2,371

Emas (Gold)

3

2,449

2

3,676

1

7,348

Nickel

2

1,095

Palladium

4

0,9929

2

1,985

Platina (Platinum)

4

1,820

2

3,640

Rhodium

4

0,9598

3

1,280

2

1,920

Perak (Silver)

1

4,025

 

Tabel di atas dengan asumsi efisiensi reaksi 100%.

Contoh pada proses electrowinning tembaga dengan menggunakan larutan Copper Sulfat (valensi 2), bila arus listrik yang mengalir di sebuah katoda 1.000 Ampere, maka tembaga yang menempel di katoda tersebut sesuai tabel sebesar 1,185 Kg/jam.

Tabel di atas bersifat mutlak, karena berdasarkan hukum Faraday yang menghitung besarnya energy listrik yang dibutuhkan untuk mengubah ion logam menjadi logamnya. Hukum ini tidak tergantung pada kondisi cairan atau rectifiernya.

Kondisi cairan dan kualitas rectifier mempengaruhi efisiensi reaksi, jadi tabel di atas merupakan hasil maksimal (efisiensi reaksi 100%)  yang bisa dicapai.

Perhatikan, ampere yang digunakan untuk menghitung adalah ampere yang terjadi di tiap katoda (diukur dengan tang ampere DC di kabel yang terdekat dengan katoda), karena banyak yang keliru menghitung berdasarkan ampere yang ditunjukkan di rectifier.

Categories : Artikel, Umum
Comments Comments Off
Add to Technorati Favorites