Archive for April, 2009

Apr
28

Copper Plating

Posted by: | Comments (5)

Copper Plating

copper-platingCopper Plating termasuk proses plating yang penggunaannya cukup luas. Untuk penggunaan yang konvensional copper plating digunakan sebelum proses nickel plating. Terutama untuk barang dari proses zinc die casting dan aluminium. Dalam perkembangannya, copper plating banyak digunakan dalam proses pembuatan PCB (Printed Circuit Board) dari peralatan elektronik. Copper Plating juga digunakan untuk melapisi permukaan bawah dari panci atau penggorengan yang terbuat dari stainless steel dengan tujuan mempercepat dan meratakan panas dari api kompor.


Jenis-jenis Copper Plating


Dari jenis bahan kimia yang digunakan, copper plating dibedakan menjadi :

cyanide copper plating

acid copper plating

Copper Pyrophosphate

Cyanide copper plating dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :

Copper Strike

Rochelle Copper Plating

High efficiency Copper Plating

Berhubung cyanide merupakan bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan, maka penggunaannya makin menurun, dan dialihkan ke acid copper atau copper pyrophosphate.


Aplikasi Copper Plating


Untuk bahan dari besi dan zinc, proses acid copper dan copper pyrophosphate tidak dapat langsung diterapkan, tapi harus didahului dengan proses cyanide copper.

Plating on Aluminium yang menggunakan proses zincate, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, harus melalui proses copper strike.

Copper strike dan acid copper plating dapat digunakan sebelum proses nickel untuk bahan terbuat dari kawat besi atau plat besi. Agar pemakaian nickel lebih hemat dan membantu menutup serat atau lubang kecil dipermukaan barang. Sedang untuk barang yang terbuat dari pipa sebaiknya tidak menggunakan copper plating, karena cairan nickel akan mudah terkontaminasi dengan tembaga.

Penggunaan copper strike atau cyanide copper untuk chrom besi tidak akan bermanfaat bila tidak sertai dengan acid copper atau copper pyrophosphat, karena hanya akan menambah biaya produksi dari jasa chrom.

Copper Plating untuk panci dari stainless steel, agar tidak mudah terbentuk bintik-bintik merah (Tarnish), maka setelah proses plating harus dilanjutkan ke proses anti tarnish. Proses anti tarnish ada 2, yaitu system celup (dipping) dan menggunakan arus listrik.

Copper plating juga ada yang dalam bentuk alloy, seperti brass plating, bronze plating, dan tin copper plating.

Electroless copper plating digunakan dalam proses plating di plastic ABS, sebelum proses electroless nickel.

Categories : Artikel, Copper Plating
Comments (5)
Apr
15

Cara kerja jasa chrom

Posted by: | Comments (229)

 

 

 

Cara kerja jasa Chrom

Mungkin sudah banyak yang tahu apa itu jasa chrom, tapi bagaimana cara kerja jasa chrom, mungkin banyak yang belum jelas. Untuk itu kami berusaha menjelaskan dengan cara yang tidak terlalu rumit, sehingga dapat mudah dimengerti.

cara kerja jasa chrom

Cara kerja jasa chrom yang paling sederhana :

–          Proses Poles

–          Proses Cuci

–          Proses Nickel Plating

–          Proses Chrom Plating

Keempat proses diatas adalah proses dasar dan umumnya untuk bahan kerja dari besi.

Untuk bahan kerja diluar besi, misalkan Aluminium atau Diral, maka proses cara kerja jasa chrom, menjadi :

–          Proses Poles

–          Proses Cuci

–          Proses Zincate

–          Proses Nickel Plating

–          Proses Chrom Plating

Proses kerja untuk bahan dari Zinc Die Casting adalah :

–         Proses Poles

–         Proses Cuci

–         Proses Cyanide Copper Plating

–         Proses Copper Pyrophosphate / Acid Copper Plating

–         Proses Nickel Plating

–         Proses Chrom Plating

Untuk bahan kerja berbeda, maka kain poles, bahan cuci, dan cara penanganannya berbeda pula.

Variasi warna untuk Chrom, setelah proses nickel :

–          Warna Hitam

Untuk warna hitam bisa 2 cara. Pertama proses Black Nickel yang dilanjutkan dengan proses Lacquer (Cat Clear). Kedua proses Black Chrom.

–          Warna Kuning

Menggunakan proses Brass Plating, kemudian dilanjutkan dengan proses anti tarnish, dan Lacquer.

satin-nickel-electroplating

–          Warna Satin

Ada 2 cara untuk warna satin. Pertama dengan cara mekanik, yaitu setelah proses Nickel dilanjutkan dengan poles dengan bahan khusus baru di Chrom. Kedua dengan proses Plating yang disebut proses pearl nickel, baru dilanjutkan dengan Chrom.

–          Warna Gold

Menggunakan proses imitation Gold, yang merupakan campuran logam zinc, copper, dan Tin dengan perbandingan tertentu. Diakhiri dengan proses Lacquer.

–          Warna antik Brass

Warna ini biasanya digunakan untuk warna kancing celana jeans, atau handel pintu, sehingga menimbulkan kesan kuno (antik). Prosesnya menggunakan proses Brass, dilanjutkan dengan proses Black Nickel (ada juga proses celup tanpa listrik), setelah itu di beri sekam padi dan dimasukkan mesin molen (putar), baru di lacquer.

–          Warna antik Copper

Sama dengan antik Brass, hanya proses Brass diganti dengan proses Copper.

–          Warna Pelangi

Menggunakan proses Chrom pelangi, kemudian di oven sampai 200 Celcius.

–          Warna Two Tone Color

Warna ini artinya benda bisa mempunyai dua warna berbeda tergantung dari sudut pandang dengan permukaan benda. Ada dua macam. Pertama dengan warna dasar putih, dan kedua dengan warna dasar hitam. Untuk warna dasar hitam menggunakan proses Plating dengan anoda nickel. Warna dasar putih menggunakan anoda stainlesstail khusus. Bahan kimianya juga berbeda. Setelah diwarna harus di Clear.

Untuk Chrom Plastik perlu proses khusus. Sebelumnya harus dipahami dulu bahwa yang dinamakan chrom Plastik, adalah proses pelapisan yang dilakukan di media plastik yang biasanya dari jenis ABS. Mungkin banyak yang sulit membedakan dengan proses Vakum Metalising. Proses Vakum Metalising adalah proses pengecatan dan dilanjutkan dengan proses Vakum pada ruangan khusus.Proses Vakum Metalising bisa dilakukan di banyak media seperti , segala macam plastik,fiber, kayu, aluminium, dll, sedang chrom plastik tidak bisa. Kelemahannya Vakum Metalising tidak tahan gesek dan tipis sehingga tidak awet.

Secara garis besar cara kerja chrom plastik :

–          Proses cuci

–          Proses etching

–          Proses Palladium

–          Proses electroless Copper

–          Proses Electroless Nickel

–          Proses Plating lainnya

Tingkat kesulitan Chrom Plastik sangat tinggi, selain itu bahan kimia (Palladium) yang digunakan sangat mahal, sehingga hanya dilakukan untuk barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Ada juga proses Plating yang dilakukan di media yang tidak bisa menghantar listrik seperti kayu, kaca, daun kering. Proses ini didahului dengan proses pelapisan bahan kerja dengan sejenis cat khusus yang mengandung media yang bisa menghantar listrik seperti serbuk grafit atau logam. Lapisan plating dilakukan di permukaan cat tersebut, sehingga kekuatan rekatnya tergantung dengan kekuatan rekat cat tersebut. Proses ini perlu tingkat ketelitian yang tinggi.

Begitu banyaknya cara kerja jasa chrom, sehingga sebaiknya dilakukan secara bertahap, mulai dari cara kerja yang paling mudah dulu, yaitu untuk barang kerja besi.

Berikutnya kami akan membahas lebih detil tentang proses diatas. Apa saja alat yang digunakan, bahan kimia, dan penggunaannya.

Kami sengaja ingin membagikan informasi ini, karena di Negara kita tehnologi Electroplating sangat jauh tertinggal, karena selama ini informasi tentang Electroplating sangat sedikit dan tertutup.

Categories : Artikel, Jasa Plating
Comments (229)
Add to Technorati Favorites