Archive for November, 2009

Nov
18

LEVELLING

Posted by: | Comments (0)

Di dalam proses Nickel Plating, sifat Levelling dari lapisan nickel sangat menentukan kualitas hasil dan biaya dari proses nickel plating.


Pengertian dari Levelling adalah ketebalan lapisan nickel t2 (lihat gambar 1) yang dibutuhkan untuk menutup rata sebuah lubang (hole) atau goresan (scratch) dengan kedalaman t1 pada permukaan barang. Makin kecil t2 dan makin besar t1, makin baik sifat levelling dari proses pelapisan yang terjadi.

True Levelling

Levelling yang bagus menyebabkan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan lapisan yang bagus dan rata menjadi lebih singkat. Tidak memerlukan lapisan nickel yang sangat tebal, sehingga pemakaian nickel menjadi lebih hemat, ongkos tenaga kerja dan listrik juga ikut berkurang.


Faktor yang mempengaruhi Levelling

–          Kualitas Brightener Nickel

–          Temperatur

–          Kecepatan pompa gelembung

–          pH


Di dalam brightener nickel ada beberapa jenis aditif yang bisa meningkatkan daya levelling dari lapisan nickel. Aditif tersebut ada yang memiliki sifat medium levelling, dan ada juga yang high levelling. Brightener yang bagus mempunyai komposisi sedemikian rupa sehingga mempunyai daya levelling yang bagus sekaligus memiliki coverage area atau macro throwing power yang bagus pula. Sebab ada brightener yang memiliki sifat levelling bagus tapi macro throwing power kurang, akibatnya perbedaan ketebalan lapisan nickel di bagian high current dengan bagian low current sangat besar, begitu juga kilapnya tidak merata. Sebaliknya ada juga brightener yang memiliki macro throwing power yang bagus, tapi daya levellingnya kurang, sehingga lapisan nickel kilapnya rata tapi serat atau lubang masih terlihat jelas.


Untuk temperatur dibawah 60oC, makin tinggi temperatur makin baik pula daya levellingnya. Sedang diatas 60oC, daya levelling akan menurun dengan adanya kenaikan temperatur.


Makin besar kecepatan udara untuk pengadukan, makin baik pula sifat levellingnya. Pengadukan yang merata dan konstan akan menghasilkan daya levelling yang lebih baik.


Makin besar pH dari larutan nickel, makin baik pula levellingnya. Hanya untuk pH sebaiknya di jaga di range 4,0 – 4,8. Karena kalau pH dibawah 4,0 daya kerja brightener berkurang, sedang pH di atas 5,0 lapisan nickel menjadi lebih keras dan mudah pecah (crack).


Micro Throwing Power


Kebalikan dari leveling adalah micro throwing power, yaitu ketebalan lapisan nickel merata pada setiap titik pada lubang atau serat (lihat gambar 2).

Excellent micro throwing power

Apabila proses pelapisan nickel memiliki micro throwing power yang tinggi, maka lubang atau serat tidak akan tertutup rata meskipun lapisan nickel ditambah tebalnya. Lubang atau serat tetap kelihatan. Jadi belum tentu lapisan nickel yang tebal dapat menutup lubang atau serat.


Keterangan :


–  Macro Throwing Power yang bagus berarti lapisan nickel memiliki ketebalan yang hampir sama (merata) pada semua bagian permukaan barang. Untuk barang yang bentuknya tidak beraturan, macro throwing power yang bagus sangat dibutuhkan.


–  Coverage area adalah Daya jangkau dari proses pelapisan nickel. Artinya apabila corage areanya bagus, maka pelapisan akan terjadi pada bagian yang memiliki A/dm2 tinggi (High current) sampai pada bagian yang A/dm2 mendekati nol (Low current). Dengan kata lain memiliki range A/dm2 yang lebar (contoh : 0,2 – 8 A/dm2)


Diamond Bright N-100 merupakan brightener nickel yang mengandung aditif  dengan fungsi yang paling lengkap ( High Levelling, Good Macro Throwing Power, dan Wide Coverage Area). Selain kondisi proses yang harus dijaga, kualitas brightener yang bagus dapat menghemat biaya dan ongkos kerja.

Categories : Artikel, Nickel Plating
Comments (0)

Temperatur dalam proses Nickel Plating sangat mempengaruhi kualitas dan biaya produksi dari proses Nickel Plating.

Efek makin tinggi Temperatur pada proses Nickel Plating :

  1. Lapisan nickel makin lunak (ductile)
  2. Levelling makin baik.
  3. Brightener dapat bekerja lebih baik (max 60oC)
  4. Boric acid makin mudah larut, sehingga lapisan Nickel tidak mudah terbakar (burning)
  5. Reaksi pelapisan berlangsung lebih cepat dan effisien (dengan Volt yang tetap, Amperenya naik)
  6. Dapat digunakan Volt yang lebih tinggi (5 – 7 Volt untuk Rack dan 10 – 12 Volt untuk barrel)

Temperatur yang dianjurkan untuk saat ini adalah 55oC. Karena pada temperature tersebut  didapatkan kualitas dan efisiensi proses yang paling optimal.

Temperatur di atas 60oC, proses Plating menjadi kurang efisien, karena proses penguapan dari cairan nickel dan aditifnya berlangsung lebih cepat, sehingga penggunaan brightener nickel menjadi lebih boros. Dan juga menyulitkan pekerja untuk yang system manual.

Temperatur di bawah 40oC dapat menyebabkan boric acid mengendap, sehingga kadar boric berkurang dan dapat menyebabkan lapisan nickel menjadi terbakar pada Volt yang tinggi. Leveling akan berkurang dan brightener tidak bisa bekerja optimal, sehingga proses plating menjadi lebih lama dan Nickel yang menempel makin tebal (biaya produksi menjadi lebih mahal). Lapisan menjadi keras dan mudah pecah apabila terkena benturan.

Dengan makin tingginya biaya listrik dan gaji karyawan, maka dibutuhkan proses kerja yang lebih cepat dan efisien. Apalagi ditengah persaingan usaha yang begitu ketat, makin baik kualitas, makin cepat system kerja, dan makin efisien biaya kerja, maka makin kompetitif usaha kita

Comments (4)
Add to Technorati Favorites