Archive for May, 2010

May
16

Penanganan Limbah Chrome Plating

Posted by: | Comments (11)

Limbah yang dihasilkan pada proses chrom berasal dari tetesan cairan (drag out) pada saat peralihan proses dan proses pembilasan. Limbah ini mengandung chromic acid yang sangat berbahaya bila langsung dibuang ke saluran pembuangan. Chromic acid terdiri dari ion chrom bervalensi enam (hexavalent chrom), yang sangat mudah larut dalam air. Sehingga sulit dipisahkan dari air.

Proses penanganan limbah chrom

Untuk menanganinya, chromic acid harus dirubah menjadi ion chrom bervalensi tiga (trivalent chrom), yang tidak mudah larut dalam air.

Untuk mereduksi chromic acid digunakan sodium metabisulfite. Chromic acid (Cr 6+) yang tadinya berwarna kuning akan berubah menjadi warna hijau (Cr 3+) dan dengan diberi soda api (Na OH) akan terbentuk chrome hidroksida yang tidak larut dalam air, sehingga dapat mudah dipisahkan dengan air.

Untuk mempercepat pemisahan digunakan larutan tawas sebagai koagulant.

Untuk menambah waktu pengendapan dibutuhkan bak pengendapan dengan design seperti pada gambar di bawah ini.

Demi kelestarian lingkungan hidup kita dan juga untuk anak cucu kita nantinya. Sebaiknya limbah chrom diproses dengan benar. Buat bak untuk instalasi limbah sesuai dengan kapasitas limbah chrom dan proses limbah tersebut dengan benar.

Untuk mengurangi jumlah limbah sebaiknya dibuatkan sistem pembilasan yang baik, sehingga jumlah bahan kimia yang dibutuhkan untuk pengolahan limbah juga ikut berkurang.

Harga bahan kimia untuk limbah seperti sodium metabisulfite, soda api, dan tawas, tidaklah mahal. Sehingga biaya proses jauh lebih kecil dibandingkan dengan biaya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah yang tidak diolah.

May
02

Cara cerdas memilih brightener Nickel

Posted by: | Comments (4)

Merk dan harga brightener nickel yang beredar di pasaran cukup banyak, jadi diperlukan kejelian khusus dalam memilih brightener nickel yang digunakan. Selain itu juga perlu diperhatikan apakah penjualnya memiliki teknisi yang handal dan laboratorium yang bisa membantu mengatasi masalah yang terjadi.

Tips mengetahui apakah brightener itu mahal atau tidak

Pertama mintalah brosur dari brightener tersebut. Brosur tersebut biasanya berisi standard komposisi dari cairan nickel dan Brightner Nickel waktu pertama kali dibuat (Make up).

Perhatikan di brosur :

– Berapa banyak jenis brightener yang digunakan ?

– Berapa banyak yang dibutuhkan untuk membuat 1 liter larutan nickel ?

– Berapa harga dari tiap jenis brightener ?

Dari data tersebut bisa dihitung, berapa biaya untuk brightener nickel dalam membuat 1 liter cairan. Makin tinggi biaya tersebut, berarti makin mahal harga brightener tersebut. Jadi bukan dilihat dari harga perliter brightener.

Tips mengetahui boros tidaknya pemakaian brightener

Brightener Nickel yang ditambahkan rutin ke dalam cairan nickel, umumnya terdiri dari 2 jenis, yaitu Carrier dan maintenance. Ada beberapa merk yang Carriernya dipecah menjadi 2 atau 3, dan untuk maintenance juga dipisah bagian levellernya (untuk meningkatkan levelling dari lapisan nickel).

Dari brosur dapat diketahui berapa banyak Carrier dan Maintenance yang dibutuhkan waktu membuat cairan nickel baru. Makin banyak penggunaannya, makin boros penambahan dari Brightener tersebut.

Apabila penambahan rutin dipaksakan dihemat, maka proses kilap nickel menjadi lama, dan mengakibatkan pemborosan pemakaian nickel.

Produk kami untuk Brightener Nickel adalah “DiamondBright N-100“. Hubungi team support untuk mendapatkan brosur dari DiamondBright N-100. Brosur ini hanya bisa didapatkan untuk mereka yang sudah mempunyai bak nickel.  Dengan cara mengirimkan photo  dari bak nickel yang dimiliki. Dapatkan juga brosur cara menghitung jumlah nickel yang menempel di benda kerja dan menghitung kadar cairan nickel dengan menggunakan boume.

Kualitas dari Brightener

Setiap Brightener Nickel mempunyai kualitas yang berbeda, tergantung dari jenis dan kadar aditif didalamnya.

Yang perlu diperhatikan dari sifat Brightener adalah :

– Tingkat kilap (Brightness) dan kejernihannya (Clear).

– Levelling (penutupan serat) di High dan Low current area

– Ductility (kelenturannya)

– Throwing Power (Daya dorong)

– Coverage Area (Daya jangkau area pelapisan)

– Daya toleransi terhadap kontaminasi organik dan anorganik (Fe, Cu, dan Zn)

– Depolarisasi (meningkatkan efisiensi pelapisan)

Ada Brightener yang bagus di Levellingnya, tapi throwing powernya kurang, sehingga lapisan nickel di bagian High current sangat tebal sedang dibagian Low current sangat tipis atau tidak kilap.

Ada juga yang lapisan nickel hampir rata dari High current sampai Low current (micro throwing bagus), tapi Levellingnya kurang (macro throwingnya kurang), sehingga meskipun lapisan nickelnya sudah tebal, tapi serat poles masih terlihat.

Agar daya kerja dari Brightener bisa maksimal, maka perlu diperhatikan : panas, pH, kecepatan pompa gelembung, Volt (A/dm2),  dan kadar cairan Nickel.

DiamondBright N-100 dijamin memiliki kualitas yang terbaik dengan pemakaian yang irit, sehingga proses Nickel Plating menjadi lebih efisien.

Add to Technorati Favorites