Archive for October, 2010

Oct
31

Prinsip Dasar Electroplating 2

Posted by: | Comments (8)

Proses electroplating dapat berlangsung karena karena adanya beda potensial antara anoda dan katoda dengan adanya larutan elektrolit sebagai penghantarnya.

Reaksi utama yang terjadi pada anoda :

M    ——>    M+        +         e

Reaksi utama yang terjadi pada katoda :

M+        +         e     ———> M

selain reaksi utama ada juga reaksi samping seperti :

H+ + e    <=====>    1/2 H2

O2 + H2O + 2e    <=====>    2 OH

Besarnya reaksi samping ini akan menentukan efisiensi dari proses electroplating.

Contoh :

Untuk nickel plating menggunakan larutan elektrolit watts nickel memiliki efisiensi proses 96%. Artinya hanya 96% dari energi listrik yang terpakai digunakan untuk reaksi utama, sedang 4% digunakan untuk reaksi samping. Dimana di anoda terbentuk OHyang bisa menyebabkan pH larutan menjadi naik, dan di katoda (benda kerja) terbentuk gas H2 yang bisa menimbulkan pitting apabila tidak menggunakan wetting agent atau tanpa pengadukan (blower).

Untuk chrom plating memiliki efisiensi proses sangat rendah sekitar 16%. Sehingga diperlukan katalis untuk menaikkan efisiensinya menjadi 25%.

Untuk copper plating umumnya memiliki efisiensi sangat tinggi hingga mencapai 100%.

Add to Technorati Favorites