Archive for July, 2011

Jul
26

Cara Membilas Yang Benar

Posted by: | Comments (0)

Dalam setiap tahap proses electroplating selalu disertai dengan bilasan. Cara bilasan yang salah akan menimbulkan banyak masalah dalam proses berikutnya, karena larutan dari proses sebelumnya akan mengkontaminasi larutan proses selanjutnya. Awalnya kontaminasi masih dibawah batas ambang tidak bermasalah, tetapi bila berlanjut terus akibatnya kontaminasi melebihi batas ambang, akan timbul masalah.

Beberapa yang sudah konsultasi ke kami mengatakan bahwa kenapa dulunya tidak masalah, sekarang timbul masalah. Oleh sebab itu sebisa mungkin jumlah proses dalam electroplating dibuat sesedikit mungkin.

Proses bilasan yang benar akan meminimalkan  terjadinya kontaminasi, sebab tidak mungkin kita bisa membilas sampai bersih 100%, sehingga kenaikan bahan kontaminasi di proses tidak terlalu drastis.

Air bilasan juga berguna untuk mengurangi penyusutan kadar dari larutan sebelumnya, dan mengurangi jumlah limbah yang terbuang, sehingga menurunkan biaya dari produksi.

Proses Cucian

Dalam proses cucian kita cukup menggunakan dua bak bilasan untuk tiap proses. Dimana air dari bak bilasan pertama bisa digunakan untuk menambah atau melarutkan bahan kimia yang digunakan dalam proses pencucian seperti HCL, Alkaline cleaner,  Asam Sulfat. dan Asam nitrat.

Air bak bilasan kedua digunakan untuk menambah air bak bilasan pertama bila berkurang. Dan bila air bak bilasan kedua sudah sangat kotor, bisa diganti dengan air baru atau menggunakan sistem air mengalir.

Usahakan dalam setiap membilas, barang yang dikerjakan bisa tercelup semua dalam air bilasan atau minimal separoh-separoh. Dan bila bentuk barang berongga atau pipa, usahakan air bilasan sudah masuk kedalam rongga dan pipa untuk membilas bagian dalamnya. Begitu juga pada saat setelah membilas, usahakan semua air bilasan dalam rongga sudah keluar dan tidak banyak tersisa didalamnya. Karena hal inilah yang menyebakan kontaminasi.

Apabila air bersih melimpah, bisa ditambahkan 1  bilasan lagi dengan menggunakan air mengalir, agar benda kerja benar-benar bersih.

Proses Nickel

Bak bilasan untuk nickel plating idealnya 3 buah, minimal 2 buah. Air dari bak bilasan pertama bisa ditambahkan ke dalam bak nickel tiap selesai kerja agar volume cairan nickel selalu tetap. Air bak bilasan kedua bisa ditambahkan ke bak bilasan pertama. Air bak bilasan ketiga bisa ditambahkan ke bak bilasan kedua. Bak bilasan ketiga ditambah dengan air baru (fresh water) atau dengan sistem air mengalir.

Cara bilasan ini menyebabkan bahan kimia dari cairan nickel tidak banyak terbuang menjadi limbah. Sehingga penambahan bahan kimia menjadi lebih sedikit, biaya produksi dan biaya untuk limbah bisa efisien, sekaligus tidak merusak lingkungan.

Untuk menjaga kadar dari cairan nickel, bisa dilakukan test dilaboratorium secara berkala. Dan apabila ada kekurangan bisa dilakukan penambahan bahan kimia sesuai hasil dari laboratorium. Apabila tidak punya laboratorium atau jauh dari suplier, bisa dilakukan pengetesan sederhana dengan menggunakan boume meter. Dari hasil test boume bisa diperkirakan kadar larutan nickel, dan ditambahkan kekurangannya.

Cara penambahan cairan nickel yang susut karena penguapan dan dragout, dengan menambah cairan nickel baru bisa mengakibatkan kadar cairan nickel naik. Kadar cairan nickel yang terlalu pekat bisa mengakibatkan hasil plating tidak bagus atau bermasalah.

Proses Chrom

Pada proses chrom sebelum dibilas pertama, barang ditiriskan (digantung) dulu dengan bak penampung tetesan air chrom dibawahnya, baru dibilas setelah sudah tidak ada tetesan. Air chrom yang tertampung bisa dikembalikan lagi ke bak chrom. Untuk menjaga volume cairan dalam bak chrom bisa menggunakan air bilasan bak pertama.

Bak bilasan yang digunakan lebih banyak minimal 4 buah.

Sistem bilasan di chrom untuk bak bilasan kesatu dan kedua sama dengan di nickel. Untuk bak bilasan ketiga  bisa diberi sedikit sodium metabisulfit untuk menetralkan sisa cairan chrom. Kemudian dibilas sekali lagi dibak keempat dengan menggunakan air mengalir. Air bilasan yang mengandung sodium metabisulfit tidak boleh ditambahkan ke bak bilasan sebelumnya, melainkan diganti baru bila sudah sangat keruh.

Cairan chrom yang berwarna kuning bila terkena larutan sodium metabisulfit akan berubah menjadi hijau dan mengendap di bawah bak. Endapan kehijauan lama kelamaan akan berubah menjadi kecoklatan. Endapan tersebut merupakan bentuk trivalent dari chrom, dan endapan tersebut lebih ramah lingkungan dibanding dengan bentuk hexavalent dari chrom yang larut dalam air. Apabila cairan chrom dibak bilasan ketiga tetap larut dan air bilasan menjadi kuning, perlu ditambahkan sodium metabisulfit agar menjadi kehijauan.

Sistem ini sekaligus menghemat penambahan chromic acid dan pemakaian sodium metabisulfit di instalasi limbah.

Apabila bilasan tidak sempurna dan tidak dinetralkan dengan sodium metabisulfit, akan menyebabkan cairan chrom ada yang tertinggal di benda kerja. Untuk bahan besi akan menyebabkan cepat berkarat, terutama untuk barang yang berbahan pipa atau yang berongga.

Untuk menghitung penambahan chromic acid untuk cairan chrom bisa dilakukan dengan menggunakan boume meter untuk alat testnya.

Gunakan boume meter yang kualitas bagus, untuk mendapatkan hasil test yang akurat. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkannya.

Sistem bilasan yang benar akan membuat kondisi cairan nickel dan chrom  tidak cepat terkontaminasi,  sehingga bisa memperpanjang umur cairan, terutama untuk cairan chrom. Dan lebih ramah lingkungan.

Sistem bilasan tidak menggunakan bak dan langsung disiram, akan menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi, boros air, dan merusak lingkungan. Cara inilah yang menyebabkan usaha bengkel chrom selalu dicap merusak lingkungan.

Tahukah anda, bila bilasan setelah proses nickel tidak bersih, sehingga cairan nickel mengkontaminasi cairan chrom. Padahal di dalam cairan nickel terdapat unsur kimia chlorida yang menjadi musuh utama dari cairan chrom. Cairan chrom yang terkontaminasi chlorida parah biaya perbaikannya bisa lebih mahal dari mencampur baru.

Add to Technorati Favorites