Archive for January, 2012

Jan
31

Chrom Tradisional

Posted by: | Comments (32)

Chrom tradisional merupakan cara kerja chrom yang menggunakan alat atau metoda lama. Cara kerja ini biasanya  berasal dari pelaku bengkel chrom yang sudah ada sebelum tahun 1980.

Ciri-ciri chrom tradisional :

– Menggunakan aki untuk proses chrom

– Anoda chrom menggunakan plat stainless steel

– Selalu menggunakan tembaga untuk pelapisan sebelum dinickel

– Menggunakan kompor untuk memanasi cairan nickel, bahkan ada yang tidak dipanasi.

– Lapisan nickel dipoles lagi sebelum dichrom

– Mengikat benda kerja dengan kawat tembaga untuk gantungannya

– Menggunakan arus listrik kecil di nickel

Proses kerja chrom tradisional membutuhkan waktu lama dan banyak tenaga kerja, sehingga tidak efisien dan biaya produksi jadi tinggi. Apalagi dengan makin mahalnya bahan chrom, listrik, dan tenaga kerja.

Pada chrom tradisional jarang/tidak menggunakan alat ukur atau analisa laboratorium untuk mengontrol proses kerja dan bahan kimianya, sehingga sering terjadi :

– Warna chrom agak gelap atau kuning

– Lapisan mudah pecah bila terkena benturan

– Lapisan nickel di bagian sela-sela/sudut yang tidak bisa dipoles, tidak kilap

– Kilapnya kurang bening (berkabut), karena kilap berasal dari poles

Untuk mengubah chrom tradisional ke chrom modern dibutuhkan biaya cukup besar, karena alat-alatnya  harus diganti dengan alat-alat standard chrom modern, begitu juga cairan nickel dan chromnya harus distandardkan. Selain itu yang paling sulit  adalah mengubah cara kerja dan pola berpikir dari tenaga kerja yang sudah terbiasa dengan chrom tradisional.

Cara chrom tradisional tidak cocok digunakan untuk mengerjakan barang dalam skala produksi, karena biaya produksi akan tinggi dan proses kerjanya lama.

Paket bengkel chrom yang kami sediakan sudah menggunakan metoda chrom modern begitu pula dengan cara kerjanya. Dipelatihan kami akan mengajarkan cara kerja chrom modern, seperti :

– Menaikkan dan menurunkan pH cairan nickel

– Menjaga komposisi cairan nickel dan cairan chrom tetap stabil

– Menghitung jumlah nickel selama proses kerja atau biaya produksi

– Cara menggunakan brightener nickel dan katalis chrom yang tepat

– Teknik menggantung di nickel dan chrom

– Cara menghitung volt dan ampere yang digunakan di nickel dan chrom

– Beberapa teknik poles

– Cara mengatasi masalah (kasar, pitting, kuning, mengelupas, kontaminasi, dll)

Kalau dilihat cara kerjanya chrom memang kelihatan mudah, hanya poles, cuci, gantung dan celup-celup saja.  Tetapi tanpa dibekali dengan pengetahuan yang cukup dan benar tentang proses chrom, kualitas dan efisiensi kerja akan berkurang. Hal ini yang bisa menyebabkan kegagalan dalam bisnis bengkel chrom.

Add to Technorati Favorites