Archive for June, 2014

Jun
01

ELECTROWINNING

Posted by: | Comments Comments Off on ELECTROWINNING

Electrowinning merupakan proses pemurnian/pemisahan logam dengan bantuan arus listrik. Proses electrowinning banyak digunakan di pengolahan hasil tambang atau proses recycling limbah yang mengandung logam.

Prinsip dasar dari electrowinning sebenarnya sama dengan proses electroplating yaitu hukum faraday dan redoks (reduksi oksidasi).

Jadi untuk mempelajari electrowinning harus memahami reaksi kimia redoks dan system kelistrikan yang membuat reaksi tersebut terjadi.

Kalau hanya melihat peralatan electrowinning kelihatannya sederhana, padahal reaksi yang terjadi dan system kerja dari alat tersebut sangat rumit. Jadi kalau baru mencoba dengan menggunakan adaptor kecil dengan 1 cell anoda-katoda, dan begitu melihat logamnya mau menempel sudah merasa percobaannya berhasil. Karena untuk menuju proses electrowinning skala produksi masih dibutuhkan pemikiran, biaya, dan waktu yang tidak sedikit.

Alat electrowinning skala produksi harus menghasilkan produk dengan jumlah dan kualitas semaksimal mungkin dengan biaya produksi serendah mungkin. Jadi bukan asal logamnya bisa menempel saja.

Hasil produksi electrowinning bisa diperkirakan dengan berdasarkan tabel di bawah ini :

Nama logam

Valensi

gram/ampere-jam

Tembaga (Copper)

2

1,185

1

2,371

Emas (Gold)

3

2,449

2

3,676

1

7,348

Nickel

2

1,095

Palladium

4

0,9929

2

1,985

Platina (Platinum)

4

1,820

2

3,640

Rhodium

4

0,9598

3

1,280

2

1,920

Perak (Silver)

1

4,025

 

Tabel di atas dengan asumsi efisiensi reaksi 100%.

Contoh pada proses electrowinning tembaga dengan menggunakan larutan Copper Sulfat (valensi 2), bila arus listrik yang mengalir di sebuah katoda 1.000 Ampere, maka tembaga yang menempel di katoda tersebut sesuai tabel sebesar 1,185 Kg/jam.

Tabel di atas bersifat mutlak, karena berdasarkan hukum Faraday yang menghitung besarnya energy listrik yang dibutuhkan untuk mengubah ion logam menjadi logamnya. Hukum ini tidak tergantung pada kondisi cairan atau rectifiernya.

Kondisi cairan dan kualitas rectifier mempengaruhi efisiensi reaksi, jadi tabel di atas merupakan hasil maksimal (efisiensi reaksi 100%)  yang bisa dicapai.

Perhatikan, ampere yang digunakan untuk menghitung adalah ampere yang terjadi di tiap katoda (diukur dengan tang ampere DC di kabel yang terdekat dengan katoda), karena banyak yang keliru menghitung berdasarkan ampere yang ditunjukkan di rectifier.

Categories : Artikel, Umum
Comments Comments Off on ELECTROWINNING
Add to Technorati Favorites