Archive for Electroplating
Brass Plating
Posted by: | CommentsBrass / kuningan merupakan campuran logam (alloy) dari Zinc (seng) dan copper (tembaga) dengan kadar 60 % copper – 40 % Zinc atau 70 % copper – 30 % Zinc.
Brass Plating
Brass Plating berarti pelapisan logam kuningan pada logam lain. Warna yang dihasilkan dari Brass Plating mendekai warna Gold (emas), sehingga Brass Plating biasanya digunakan untuk dekoratif plating.
Brass Plating banyak digunakan di furniture, aksesories sepatu, tas, dan ikat pinggang.
Untuk menghasilkan lapisan mengkilap, Brass Plating biasanya dilakukan setelah lapisan Bright Nickel Plating. Berhubung lapisan Brass Plating mudah teroksidasi dan tidak tahan gores, maka diperlukan proses lacquer atau pelapisan cat clear (bening).
Lapisan Brass plating hanya berungsi sebagai pewarna, sehingga lapisannya tidak perlu tebal. Untuk ketahanan lapisan tergantung dari kualitas lacquer atau cat clear.
Komposisi Larutan Brass Plating
Brass Salt 90 – 100 gr/Lt
Ammonia 2 ml /Lt
atau
Ammonium Chloride 3 gr/Lt
Kondisi Operasi
Temperatur 28 – 50 Celcius
pH 9,8 – 10,6
Anoda 60 – 70 % copper
Voltage 3 – 4 Volt (suhu ruangan) 2,5 – 3 Volt (panas)
Waktu 1 – 2 menit
Warna lapisan dan penyebabnya
Lapisan terlalu merah, disebabkan karena terlalu panas, kadar ammonia atau zinc kurang, atau kadar tembaga tinggi.
Lapisan terlalu pucat, disebabkan karena terlalu dingin, kadar tembaga dan free cyanide kurang, atau volt terlalu tinggi.
Join the forum discussion on this post - (1) Posts
Prinsip Dasar Electroplating 2
Posted by: | CommentsProses electroplating dapat berlangsung karena karena adanya beda potensial antara anoda dan katoda dengan adanya larutan elektrolit sebagai penghantarnya.
Reaksi utama yang terjadi pada anoda :
M ——> M+ + e
Reaksi utama yang terjadi pada katoda :
M+ + e ———> M
selain reaksi utama ada juga reaksi samping seperti :
H+ + e <=====> 1/2 H2
O2 + H2O + 2e <=====> 2 OH-
Besarnya reaksi samping ini akan menentukan efisiensi dari proses electroplating.
Contoh :
Untuk nickel plating menggunakan larutan elektrolit watts nickel memiliki efisiensi proses 96%. Artinya hanya 96% dari energi listrik yang terpakai digunakan untuk reaksi utama, sedang 4% digunakan untuk reaksi samping. Dimana di anoda terbentuk OH- yang bisa menyebabkan pH larutan menjadi naik, dan di katoda (benda kerja) terbentuk gas H2 yang bisa menimbulkan pitting apabila tidak menggunakan wetting agent atau tanpa pengadukan (blower).
Untuk chrom plating memiliki efisiensi proses sangat rendah sekitar 16%. Sehingga diperlukan katalis untuk menaikkan efisiensinya menjadi 25%.
Untuk copper plating umumnya memiliki efisiensi sangat tinggi hingga mencapai 100%.
Join the forum discussion on this post - (1) Posts





