Archive for Penawaran

Sep
03

Prinsip Dasar Electroplating 1

Posted by: | Comments (22)

Kami memberikan Prinsip Dasar Electroplating untuk mereka yang belum tahu sama sekali tentang chrom.

Prinsip dasar Electroplating adalah melapisi permukaan benda kerja dengan logam jenis lain untuk memperbaiki kualitas permukaan dari benda kerja tersebut. Proses pelapisan tersebut bisa berlangsung dengan bantuan arus listrik DC dengan media larutan elektrolit (larutan penghantar).

1. Bak Plating.

2. Anoda (+).

3. Katoda / benda kerja (-).

4. Lapisan logam yang terbentuk.

5. Larutan Elektrolit.

6. Rectifier (Sumber arus DC).

7. Voltmeter.

8. Amperemeter.

9. Tembaga untuk penghantar listrik.

1. Bak Plating

Bak Plating harus terbuat dari bahan yang tahan dengan larutan elektrolit yang digunakan. Umumnya terbuat dari PVC atau PP. Untuk ukuran yang besar bisa menggunakan besi atau semen yang dilapisi PVC atau PP. Ukuran bak menentukan ukuran dan jumlah barang yang bisa diproses.

2. Anoda

Anoda dihubungkan dengan kutub positip dari rectifier.

Anoda biasanya terbuat dari logam yang akan dilapiskan. Dengan adanya arus listrik anoda tersebut bisa larut ke dalam larutan elektrolit . Dalam waktu bersamaan ion logam dalam larutan yang dekat dengan benda kerja, berubah menjadi logam dan melapisi benda kerja. Contohnya anoda Nickel, Copper, Zinc, Tin,  dan Brass.

Ada juga anoda yang tidak bisa larut. Jadi untuk menggantikan ion logamnya harus ditambahkan bahan kimia ke dalam larutan elektrolit, seperti anoda chrom, carbon, Platinize Titanium, dan Stainless Steel.

3. Katoda

Katoda atau benda kerja dihubungkan dengan kutub negatip dari rectifier. Permukaan benda kerja yang dekat dengan anoda akan lebih mudah terlapisi dibandingkan dengan yang lebih jauh atau terhalang.

Dengan mengatur posisi benda kerja terhadap anoda akan membantu meratakan lapisan dan mempercepat proses plating.

4. Lapisan logam

Lapisan logam yang terbentuk mempunyai karakteristik yang khusus. Tergantung dari  kadar kandungan bahan kimia dalam elektrolit, kondisi  proses, dan kualitas arus listrik. Diperlukan pengetahuan yang lebih dalam tentang elektroplating untuk bisa menghasilkan lapisan logam dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan.

Lapisan logam ini dalam satuan micron, dan bisa diukur dengan menggunakan thickness meter.

5. Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit berfungsi sebagai penghantar listrik dan media pelarutan dari ion logam. Larutan elektrolit ini biasanya terdiri garam yang mengandung ion logam, buffer (pengatur pH), dan aditif (Surfactant, Brightener dan Katalis). Volume larutan elektrolit yang menyusut karena penguapan bisa dikembalikan lagi ke volume semula dengan menambahkan air bilasan dari proses plating tersebut. Untuk mempertahankan kadar dari larutan elektrolit, bisa dilakukan test secara berkala, dan menambahkan bahan kimia yang berkurang.

6. Rectifier

Rectifier merupakan sumber arus DC dari Proses Electroplating. Rectifier sebaiknya yang bisa diatur Volt DC nya, sehingga bisa disesuaikan dengan ukuran benda kerja dan jenis Platingnya.

7. Volt meter

Volt meter disini untuk mengukur Volt yang sedang digunakan dalam proses Plating. Volt diatur untuk mendapatkan ampere yang diinginkan atau sesuai dengan perhitungan standar. Pengaturan Volt yang tidak tepat akan mempengaruhi kualitas lapisan dan lamanya proses kerja.

8. Ampere meter

Ampere meter untuk mengukur ampere dari arus listrik selama proses Plating. Ampere ini sangat penting, karena bisa digunakan untuk menghitung  jumlah logam yang melapisi, sehingga bisa digunakan untuk menghitung biaya produksi.

Ampere meter idealnya yang digital agar lebih akurat dalam pembacaannya. Ampere ini juga sebagai parameter standar dari Plating, sebab setiap proses Plating mempunyai standar ampere per-desimeterpersegi yang berbeda-beda.

9. Tembaga

Tembaga untuk penghantar listrik dari Rectifier ke anoda atau katoda. Ukuran dari tembaga disesuaikan dengan ampere yang digunakan. Sebisa mungkin jangan banyak sambungan, karena dapat memperburuk aliran arus listrik. Setiap sambungan yang ada harus sering di cek dan dibersihkan agar arus listrik tetap lancar.

Join the forum discussion on this post - (1) Posts

May
02

Cara cerdas memilih brightener Nickel

Posted by: | Comments (4)

Merk dan harga brightener nickel yang beredar di pasaran cukup banyak, jadi diperlukan kejelian khusus dalam memilih brightener nickel yang digunakan. Selain itu juga perlu diperhatikan apakah penjualnya memiliki teknisi yang handal dan laboratorium yang bisa membantu mengatasi masalah yang terjadi.

Tips mengetahui apakah brightener itu mahal atau tidak

Pertama mintalah brosur dari brightener tersebut. Brosur tersebut biasanya berisi standard komposisi dari cairan nickel dan Brightner Nickel waktu pertama kali dibuat (Make up).

Perhatikan di brosur :

- Berapa banyak jenis brightener yang digunakan ?

- Berapa banyak yang dibutuhkan untuk membuat 1 liter larutan nickel ?

- Berapa harga dari tiap jenis brightener ?

Dari data tersebut bisa dihitung, berapa biaya untuk brightener nickel dalam membuat 1 liter cairan. Makin tinggi biaya tersebut, berarti makin mahal harga brightener tersebut. Jadi bukan dilihat dari harga perliter brightener.

Tips mengetahui boros tidaknya pemakaian brightener

Brightener Nickel yang ditambahkan rutin ke dalam cairan nickel, umumnya terdiri dari 2 jenis, yaitu Carrier dan maintenance. Ada beberapa merk yang Carriernya dipecah menjadi 2 atau 3, dan untuk maintenance juga dipisah bagian levellernya (untuk meningkatkan levelling dari lapisan nickel).

Dari brosur dapat diketahui berapa banyak Carrier dan Maintenance yang dibutuhkan waktu membuat cairan nickel baru. Makin banyak penggunaannya, makin boros penambahan dari Brightener tersebut.

Apabila penambahan rutin dipaksakan dihemat, maka proses kilap nickel menjadi lama, dan mengakibatkan pemborosan pemakaian nickel.

Produk kami untuk Brightener Nickel adalah “DiamondBright N-100“. Hubungi team support untuk mendapatkan brosur dari DiamondBright N-100. Brosur ini hanya bisa didapatkan untuk mereka yang sudah mempunyai bak nickel.  Dengan cara mengirimkan photo  dari bak nickel yang dimiliki. Dapatkan juga brosur cara menghitung jumlah nickel yang menempel di benda kerja dan menghitung kadar cairan nickel dengan menggunakan boume.

Kualitas dari Brightener

Setiap Brightener Nickel mempunyai kualitas yang berbeda, tergantung dari jenis dan kadar aditif didalamnya.

Yang perlu diperhatikan dari sifat Brightener adalah :

- Tingkat kilap (Brightness) dan kejernihannya (Clear).

- Levelling (penutupan serat) di High dan Low current area

- Ductility (kelenturannya)

- Throwing Power (Daya dorong)

- Coverage Area (Daya jangkau area pelapisan)

- Daya toleransi terhadap kontaminasi organik dan anorganik (Fe, Cu, dan Zn)

- Depolarisasi (meningkatkan efisiensi pelapisan)

Ada Brightener yang bagus di Levellingnya, tapi throwing powernya kurang, sehingga lapisan nickel di bagian High current sangat tebal sedang dibagian Low current sangat tipis atau tidak kilap.

Ada juga yang lapisan nickel hampir rata dari High current sampai Low current (micro throwing bagus), tapi Levellingnya kurang (macro throwingnya kurang), sehingga meskipun lapisan nickelnya sudah tebal, tapi serat poles masih terlihat.

Agar daya kerja dari Brightener bisa maksimal, maka perlu diperhatikan : panas, pH, kecepatan pompa gelembung, Volt (A/dm2),  dan kadar cairan Nickel.

DiamondBright N-100 dijamin memiliki kualitas yang terbaik dengan pemakaian yang irit, sehingga proses Nickel Plating menjadi lebih efisien.

Join the forum discussion on this post - (2) Posts
Add to Technorati Favorites