Nov
13

Pengalaman Belajar Chrom

By

Pada tahun 1993 saya lulus kuliah jurusan teknik kimia di Universitas Surabaya. Sebelum wisuda saya diterima bekerja selama  sebagai staff quality control di pabrik yang memproduksi aluminium sheet. Setelah 1 tahun bekerja di pabrik tersebut, saya memutuskan keluar dan diterima bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan multi nasional yang bergerak di bidang Trading Kimia.

Di perusahaan inilah saya mulai mengenal bahan kimia electroplating dan berinteraksi dengan pelaku proses electroplating. Untuk menjual bahan kimia tersebut, saya hanya dibekali brosur. Sehingga pada awalnya, saya banyak bertanya dan belajar dari customer saya.

Setelah 2 tahun saya bekerja, saya memperhatikan bahwa bahan kimia electroplating, terutama aditif nickel,  masih belum ada yang memproduksi di Indonesia. Sejak itulah saya ingin tahu dan belajar apa saja tentang proses nickel. Saya mulai membuat alat laboratorium sederhana untuk melakukan penelitian tentang aditif nickel tersebut. Penelitian saya lakukan di luar jam kerja. Setiap berkunjung ke customer, saya selalu bertanya dan mengumpulkan informasi dari pengalaman mereka.

Setelah 4 tahun melakukan penelitian, pada tahun 1999, saya mulai menemukan titik terang. Kemudian pada tahun 2.000, saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya. Dan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang kimia electroplating.

Selama penelitian, saya hanya menguasai teori dan analisa di laboratorium. Sedang untuk proses dan cara kerja dilapangan, hanya berdasarkan dari  melihat waktu berkunjung ke customer. Jadi tidak pernah praktek langsung.

Oleh sebab itu saya meminta bantuan dari seorang teman yang sudah berpengalaman di proses chrom sebagai teknikal di perusahaan saya.

Pada tahun 2004, saya dan teman saya tersebut mendirikan bengkel chrom. Di bengkel inilah saya mulai belajar dan mempraktekkan teori yang selama ini saya pelajari di laboratorium.

Selama 2 tahun dibengkel tersebut, saya menemukan bahwa beberapa metoda yang digunakan oleh customer saya kurang tepat, termasuk juga metoda yang digunakan oleh teman saya di bengkel kami. Ternyata metoda yang mereka gunakan, diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang lain, tanpa didasari dengan prinsip dasar electroplating. Akibatnya kualitas dan kuantitas hasilnya tidak bisa maksimal.

Setelah melalui pembenahan di seluruh bagian proses, omset bengkel chrom kami mengalami kenaikan 2 – 3 kali lipat dari omset semula, dengan kualitas yang merata dan stabil.

Dalam 8 jam kerja, bengkel kami rata-rata bisa memproduksi 500 knalpot standard. Padahal bengkel chrom lain, dengan kapasitas dan waktu yang sama, hanya mampu memproduksi 150 knalpot. Selain itu kami juga menerima order chrom untuk modif motor seperti : velg bintang, tromol, swing arm, tutup samping mesin, begel, injakan samping, frame motor, dll

Pada tahun 2007, saya menjual saham saya, karena adanya musibah alam yang menyebabkan perjalanan dari rumah ke bengkel menjadi terhambat.

Akhirnya saya memutuskan kembali fokus ke penjualan bahan chrom. Dan dari pengalaman saya di bengkel chrom, saya kemudian  mensetting paket alat bengkel chrom yang disertai dengan pelatihan untuk membantu mereka yang ingin membuka usaha bengkel chrom skala home industri.

Untuk mereka yang ingin membuka usaha bengkel chrom, tanpa perlu belajar chrom sendiri. Kami menyediakan paket alat dan bahan untuk bengkel chrom yang dilengkapi dengan  pelatihan cara kerjanya  (3 hari) dan bimbingan sampai bisa mandiri (maksimum 6 bulan), serta promosi gratis di website kami.

Anda memang bisa belajar chrom sendiri seperti kami, hanya untuk itu dibutuhkan :

– Pengetahuan dasar kimia

– Berteman dan bergaul dengan pelaku bengkel chrom dan penjual bahan chrom

– Kemampuan bahasa inggris teknik untuk membaca literatur tentang chrom

– Modal yang cukup besar

– Butuh waktu lama

Anda tidak bisa mengharapkan belajar dari orang lain secara cuma-cuma, karena memang dibutuhkan energi dan waktu yang lama untuk mengajari.

Leave a Comment

Add to Technorati Favorites