Aug
30

Zinc Plating

By

Sebagai bahan logam yang mempunyai ketahanan karat yang baik, logam zinc banyak digunakan sebagai pelapis untuk mencegah terjadinya karat di logam lain. Zinc bukan hanya melapisi, tetapi juga sebagai penyerap elektron dari logam yang dilapisinya sehingga dapat mencegah terjadinya reaksi oksidasi.

Proses pelapisan zinc yang menggunakan listrik sebagai alat bantu disebut proses Zinc Plating, sedang proses pelapisan yang menggunakan leburan dari logam zinc disebut proses Galvanized.

Proses Zinc Plating paling banyak digunakan untuk barang yang berukuran kecil dengan skala produksi yang besar, seperti paku, mur, dan baut.

Proses Galvanized lebih banyak digunakan untuk pelapis bahan yang berukuran besar seperti tiang listrik, atap rumah (atap zeng), pagar, kawat besi gulung (wire) , dan roll plat besi.

Jenis Proses Zinc Plating

Proses Zinc Plating dikategorikan menjadi 2, yaitu :

  1. Alkaline Zinc
  2. Acid Zinc

Alkaline Zinc dibagi lagi menjadi :

  • Alkaline Cyanide Zinc Plating
  • Alkaline non cyanide Zinc Plating

Acid Zinc dibagi lagi menjadi :

  • Chloride based zinc Plating (Ammonium Chloride atau Potassium Chloride)
  • Sulfat based zinc Plating

Selain yang disebutkan di atas, ada juga proses zinc Plating yang diberi campuran logam lain yang disebut proses Zinc Alloy Plating, seperti :

  • Zinc Nickel Plating
  • Zinc Copper Plating (Brass Plating atau White Brass Plating)
  • Zinc Cobalt Plating
  • Zinc Copper Tin Plating (Imitation Gold Plating)

Proses Chromating

Untuk meningkatkan daya tahan karat dari zinc perlu dilakukan proses passivating atau chromating atau conversion coating.

Disebut juga proses Chromating karena menggunakan bahan kimia dasar Chrom, baik itu hexavalent chrom atau trivalent chrom.

Ada juga yang mencoba proses passivating tanpa menggunakan chrom, misal molybdate conversion coating.

Proses Chromating dibedakan sesuai dengan warna yang dihasilkan, yaitu :

  • Blue Chromating (Blue Passivating) : warna putih kebiruan.
  • Yellow/Rainbow Chromating : warna kuning atau pelangi.
  • Black Chromating : warna hitam.
  • Green army chromating : warna hijau tentara.

Proses chromating yang bagus dapat meningkatkan ketahanan karat dari lapisan zinc, dan untuk pengujiannya menggunakan metode salt spray. Dimana lapisan plating disemprot dengan air garam dengan kadar tertentu, kemudian dibiarkan beberapa lama, sampai mulai terbentuk white rust (bercak putih) sebagai tanda terjadinya proses oksidasi. Makin lama waktu terbentuknya white rust, makin baik ketahanan karat dari lapisan tersebut.

Categories : Artikel, Zinc Plating

55 Comments

1

Siang Mr.support, sy ada problem dengan hasil plating typenya MFZn5C, kondisinya..pada hari pertama sampai dengan satu minggu kodisi plating OK..tetapi setelah 2 minggu sampai 1 bulan plating mulai terlihat kusam dan berubah warna hitam dan kusam…problem tersebut disebabkan oleh faktor apa yachh..mohon pencerahannya..?

2

Maaf, kami tidak bisa membantu, karena kami juga baru tahu istilah plating type MFZN5C. Biasanya jenis plating sesuai dengan jenis logam yang dilapiskan, seperti zinc atau nickel, baru kemudian jenis larutan yang digunakan seperti acid atau alkali. Dan setahu kami tidak ada nama logam MFZN5C.
Lebih baik anda konsultasikan ke suplier dimana anda membeli bahan plating tersebut. Karena itu kewajiban dari suplier untuk membantu mengatasi masalah.

3

Maaf mau tanya….aku kerja di bidang jasa plating…sedikit ngerti karakteristik zinc plating……aku biasa pakai komposisi air destilasi,amonium clorida dan zinc cloride….kebetulan aku dach 3 tahun mempelajarinya…kapasitas produksi 1 hari 5 ton paku …tp masalahnya selama tahun ter akhir ini zinc cloride lumayan mahal..jd aku putuskan gk pakai zinc cloride…cuma amonium aj sm air destilasi…dan ternyata hasil bagus jg…gk ada masalah apalagi komplain……nach yg aq tanyakan ..zinc cloride fungsi sebenarnya untuk apa…?? Dan terakhir ..syarat cairan pastinya kand harus bersih…. selama proses plating berlangsung aq coba memfilter cairan plating mlh hasil buram dan kusam…gmna solusinya

4

Penambahan Zinc Chloride dan ammonium chloride tergantung dari hasil analisa kadar larutan, bukan asal menambah. Kalau anda merasa hanya dengan menambah ammonium chloride tidak masalah, itu karena kadar zinc chloride dalam larutan anda masih dalam batas toleransi.
Sebaiknya carilah suplier bahan kimia yang memiliki fasilitas analisa laboratorium dan technical support yang bisa membantu mengontrol kualitas produk anda. Biasanya suplier yang menjual harga lebih murah, karena mereka tidak keluar biaya untuk laboratorium dan teknisinya.
Larutan plating yang tidak terkontrol kadarnya justru menyebabkan biaya produksi naik, asal dengan standard kualitas sama.
Cairan anda begitu difilter malah kusam menunjukkan kualitas aditif larutan anda kurang bagus.
Memang sulit kalau melayani jasa untuk produk yang harga sangat murah seperti paku, salah perhitungan sedikit saja bisa rugi.
Dari pernyataan anda yang tidak mau menambah Zinc Chloride, karena harganya mahal, itu sudah menunjukkan kondisi bisnis anda.
Padahal dalam proses pelapisan, menghemat di satu bidang akan boros di bidang lain, dan tahunya belakangan.
Efeknya tidak hanya di kimia, bisa juga di biaya tenaga kerja dan listrik, misal proses kerja lebih lama.
Bisnis jasa plating yang bertahan lama, umumnya mereka memiliki standard kualitas, dan memiliki customer yang punya standar kualitas juga.
Lebih baik pelan-pelan anda belajar standar kualitas zinc plating, dan mencari customer yang butuh kualitas bagus. Hal ini memang tidak mudah.

5

Ok…thanks atas sarannya pak…..

Leave a Comment

Add to Technorati Favorites